I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Para Abang Becak Minta Makam Amiran Dibongkar

Selasa, 07 Januari 2014 - 21:39:36 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1209 kali

Kediri,m8nTera=Sejumlah abang becak yang biasa mangkal di sekitar kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur mempertanyaan kematian Amiran, tahanan kasus perjudian toto gelap (Togel). Mereka tidak percaya warga Kelurahan Lirboyo itu meninggal karena sakit jantung.  

" Wahai pak polisi, jangan buat kebohongan publik. Perlu diketahui, saat dibawa ke rumah sakit, Amiran berteriak-teriak, bahwa punggungnya sakit. Dan mohon maaf, kemaluannya sebesar buah mangga. Bukan karena sakit jantung," kata Rembes, koordinator abang becak, teman mangkal Amiran, Selasa (07/1/2014)

Masih kata Rembes,dia sangat prihatin dengan insiden yang menimpa teman sesama tukang becak di sekitar Balai Kelurahan Lirboyo itu. Apalagi, ketika mendengar pengakuan dari anak angkat Amiran (saudara Din), jika kemaluan korban membengkak, dan diduga karena dianiaya.

Yang lebih membuat Rembes teman-teman tukang becak geram, Amiran ditangkap, pada tanggal 8 Desember 2013, tetapi pihak keluarga baru diberitahu kepolisian melalui surat penahanan, pada tanggal 12 Desember 2013. 

" Selama tiga hari keluarga kebingungan mencari. Mereka kaget setelah diberi surat penahanan oleh pihak kepolisian, pada tangga; 12 Desember 2013. Kenapa, pihak kepolisian tidak memberikan surat itu bersamaan dengan penangkapan pada tanggal 8 Desember 2013 itu? ini menjadi pertanyaan bagi kami," beber Rembes

Masih kata Rembes, ia dan sesama abang becak yang peduli dengan nasib Amiran tengah meminta bantuan ke Jakarta. Mereka menghendaki, makam Amiran dibongkar, dan jenasahnya dioutopsi. Sehingga, penyebab kematian korban diketahui secara jelas

" Makamnya dibongkar saja, kenyataanya apakah jantung atau apa. Kasihan sekali anak itu. Sebelum ditangkap, dia baik-baik saja, kondisinya juga sehat. Kok ini dibilang sakit jantung. Aneh sekali," ucap Rembes

Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya menerima kritik maupun gugatan dari pihak manapun. Kapolres akan menunjukkan hasil medical record dari pihak dokter yang memeriksanya

" Tentunya yang merasa dirugikan adalah keluarga korban dan almarhum, orang yang tidak tahu-menahu dan tidak melihat mekanisme dan prosesnya, harusnya bertanya ke kepolisian yang ada, biar fair, jangan hanya mengira, selalu curiga," kata Budhi 

Masih kata Budhi, pihaknya sangat terbuka. Oleh karena itu, sebelum Rembes dan rekan-rekan becak Amiran mengajukan gugatan, Budhi menyarankan agar mereka bertanya kepada pihak kepolisian atau keluarga almarhum

" Sebelum mereka berbuat seperti itu, sebaiknya mereka bertanya. Almarhum ini kan bujang, dan waktu itu yang menemani keluarga dan ponakannya. Mereka yang lebih tahu, karena mereka yang mewarat. Dan akan kita tunjukkan medical record dari dokter," terus Budhi

Budhi menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban menderita penyakit maag yang sudah akut. Dan di dalam medical record itu, imbuh Budhi ada bahasa jantung, serta dikuatkan oleh keterangan dari pihak keluarga.

Diberitakan sebelumnya, Amiran tahanan Polres Kediri Kota meninggal dunia  mendadak di rumah sakit Bhayangkara Kediri  Minggu sore lalu. Korban meninggal dunia diduga karena mempunyai riwayat sakit maag yang sudah parah disertai penyakit jantung. (nng)