I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Pemerintahan

Kabupaten Kediri Bangun Objek Wisata Sejarah

Jumat, 17 Januari 2014 - 19:40:49 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 1707 kali

Kediri,m8nTera=Penerapan kegiatan pariwisata berbasisnbudaya di Indonesia telah ditunjukkan oleh beberapa provinsi.bDiantaranya, provinsi Bali, provinsi Jawa Tengah di Daerah Istimewa Jogyakarta (DIY). Dan kini, Kabupaten Kediri, Jawa Timur akan mengikuti jejak dua daerah tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri sudah memulai proses pembangunan tempat wisata sejarah itu. Pemkab akan memusatkan objek wisata berbasis budaya tersebut di sekitar Petilasan Sri Aji Jayabaya, raja Kediri di Desa Menang, Kecamatan Pagu hingga Situs Semen, yang
terletak di sebelah baratnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Humas Pemkab Kediri, Edhi Purwanto mengatakan, program pembangunan objek wisata sejarah sudah digagas sejak lama, dan kini dalam proses pelaksanaan. Ide itu muncul, setelah melihat banyaknya penemuan situs-situs peninggalan dan kebesaran nama
Kerajaan Kediri di Nusantara

" Kita sudah punya wacana bahwa, di sekitar Situs Semen sampai Petilasan Sri Aji Jayabaya akan digunakan untuk wisata sejarah. Selain untuk melestarikan benda-benda peninggalan zaman kerajaan, juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pengunjung yang datang," ujar Edhi Purwanto, Kamis (16/1/2014)

Masih kata Edhi, sebuah museum berukuran besar, nantinya akan berdiri disana (area wisata sejaharah). Museum akan menampung seluruh benda-benda cagar budaya yang selama ini terpaksa dititipkan di sebelah selatan Gedung DPRD Kabupaten Kediri dan BP3 Trowulan, serta
terlantan tanpa perawatan.

" Dengan adanya museum, benda-benda peninggalan yang selama ini kita tempatkan di selatan Gedung DPRD dapat disimpan disana. Kemudian, apabila dalam konservasi di sejumlah situs kita dapatkan temuan baru, juga bisa disimpan disana, supaya lebih aman," terang Edhi

Diakui Edhi, proses pembangunan objek wisata sejarah tersebut tidak berjalan mulus, namun menemui banyak kendala. Persialan utama adalah faktor pendanaan. Pemkab Kediri sudah mengalokasikan dana melalui APBD Kabupaten Kediri, tetapi jumlahnya relatif minim. Anggaran yang ada
baru sebatas untuk pembebasan lahan milik masyarakat.

" Tahun ini, kita anggarkan kembali. Tetapi jumlahnya relatif kecil, hanya bisa untuk pembebasan lahan masyarakat. Terkadang, masyarakat sendiri juga meminta harga yang tinggi. Selain itu, kita juga memerlukan SDM (Sumber Daya Manusia) yang mumpuni di bidang ini,"
terang Edhi.

Selama ini, Kabupaten Kediri dicap sebagai daerah yang kehilangan ciri khas. Berdirinya Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) dinilai banyak kalangan sebagai produk yang tidak mencerminkan budaya Kediri. Sebab, bentuk bangunan SLG menyerupai Monumen Arc de Triomphe de Paris. (nng)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)