I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Pemerintahan

Alokasi Turun, Pasokan Pupuk di Kediri Tersendat

Jumat, 17 Januari 2014 - 19:51:12 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 1227 kali

Kediri,m8nTera=Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Kediri, Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap sejumlah kios pupuk di Kota Kediri. Pemeriksaan tersebut dilakukan dispertan untuk mengantisipasi terjadinya penyelewengan distribusi pupuk ke petani.

 

Kepala Dinas Pertanian Kota Kediri, Haris Candra Purnama mengatakan, dari dua kios yang didatangi, diketahui adanya pengurangan alokasi pupuk dari pemerintah serta tersendatnya pasokan dari gudang distributor. Meskipun demikian, tidak sampai terjadi kelangkaan pupuk yang dapat mengganggu produktifitas pertanian.

 

“ Selama kurun waktu 2012-2013 ini, memang ada penurunan alokasi pupuk dari pemerintah ke Kota Kediri hampir 200 ton. Kemudian sekarang ini, alokasi pupuk kita sebanyak 1,266 ton dalam setahun. Namun, kenapa penutunan pupuki urea  dianggap tidak ada kelangkaan. Karena di Kediri hanya butuh 700 ton per tahun. Artinya, alokasi itu masih berlebih,” ujar Haris Candra Purnama, Kamis (16/1/2014)

 

Mantan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota Kediri itu mengaku, telah membentuk tim pengawas untuk mengawasi distribusi pupuk. Pengawasan yang dilakukan untuk mengantisipasi adanya intervensi dari luar yang bisa mempengaruhi alokasi pupuk sebagaimana kebutuhan petani.

 

Terpisah, Elfi Budi Riyono, pemilik Kios Bima di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri mengaku, alokasi pupuk ke kiosnya mengalami penurunan hingga 50 persen. Selain itu penyaluran pupuk dari gudang distributor ke petani juga dilakukan secara bertahap.

 

“ Pada bulan Januari ini, berdasarkan usulan kelompok tani, saya mengajukan pupuk urea sebanyak 16 ton, tetapi baru dikirim setengahnya. Sehingga ada penurunan sebanyak 8 ton.  Tetapi penurunan alokasi pupuk itu memang merata se-Indonesia. Bahkan, di Ngawi sana, harga pupuk urea sampai tembus Rp 130 ribu per sak. Kalau disini sesuai HET Rp 90 ribu per sak,” ujar Elfi.

 

Elfi mengaku, hari biasa pasokan pupuk urea sebanyak 16 ton, pupuk Za 2,5-3 ton, NPK 2 ton, dan organik 2 ton. Untuk mensiasati terjadinya aksi rebutan dari kelompok tani, dia menyalurkan secara bergilir. Kelompok tani yang sangat membutuhkan, akan didahulukan.

 

Dalam sidak, petugas dispertan melakukan pengecekan terhadap stok pupuk di dalam kios. Petugas mendatangi dua kios pupuk resmi yaitu, di Kelurahan Ngronggo dan Kelurahan Mrican. (nng)






Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)