I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Jadi Tersangka, Direktur PT. SAS Dilepas

Rabu, 29 Januari 2014 - 13:31:50 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 2432 kali

Kediri,m8nTera=Polres Kediri Kota akhirnya menetapkan Direktur PT. SAS sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengurukan tanah di Kelurahan Balowerti, Kota Kediri. Sayangnya, polisi tidak melakukan upaya penahanan terhadap pria berinisial AY itu.

 

Kapolres Kediri Kota AKBP Budhi Herdi Susianto mengatakan, penepatan status tersangka AY dilakukan setelah penyidik memeriksa 21 orang saksi dan meningkatkan status hukum dari penyelidikan ke penyidikan. Kapolres meyakini, kedepan masih ada tersangka lain dari kalangan pejabat.

 

“ Kami melihat ada beberapa modus operandi dilakukan dalam tindak pindana ini. Pertama, pemenang tender mensubkontrakkan pekerjaan secara keseluruhan ke pihak lain. Kedua, ada dugaan kekurangan volume dalam pengurukan tersebut,” jelas Budi, Senin (28/1/2014)

 

PT. SAS Kediri sebagai pemenang tender proyek pengurukan tanah untuk lapangan olahraga tahun 2012 itu mensubkontrakkan seluruh pekerjaan ke CV. UDP. Akibatnya AY, sebagai direktur dinyatakan melanggar ketentuan Peraturan Presiden (Perpres)  No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

 

Sementara itu, CV. UDP, sebagai pelaksan proyek yang menerima subkontrak ditengarai melakukan penyimpangan. Unit Tipikor menemukan kekurangan volume urugan hingga 5.000 meter kublik. Berdasarkan perhitungan kasar polisi, tindakan nakal tersebut merugikan keuangan Negara hingga Rp 300 juta.

 

“ Ada dugaan kurangnya volume dalam pengurukan tersebut. Sebenarnya volume pekerjaan 7.000 meter kublik, namun hanya dikerjakan 2.0000 meter kubik. Jadi ada selisih 5.000 meter kubik. Sehingga ada potensi kerugiaan Negara. Jika dikalikan selisih dengan harga tanah uruk sesuai kontrak, secara kasar, kerugian Negaranya sekitar Rp 300 jutaan,” tegas Budi

 

Mantan penyidik KPK itu menambahkan, pihaknya akan memastikan kerugian Negara berdasarkan hasil audit BPKP. Penyidi sudah mengirim surat ke BPKP untuk mengaudit proyek bernilai Rp 600 juta yang dibiayai oleh APBD Kota Kediri itu

 

“ Dalam setiap tahapan nantinya ada tersanga lain. Ini terus berkembang. Ada kemungkinan tidak hanya dari pihak swasta, melainkan adanya pihak pemerintah, yang bertanggung jawab terhadpa proses pengurukan,” janji Budi

 

Diakui Kapolres, pihaknya tidak menahan AY. Selain itu, penyidik juga belum memeriksanya sebagai tersangka. Tetapi, dalam waktu dekat, pihaknya berjanji akan memeriksa AY sebagai tersangka.

 

“Kita lihat dulu unsur subjektif dan objektifnya. Karena penahanan itu tidak wajib. Tersangka ini sudah kita mintai keterangan ketika masih dalam tahap penyelidikan. Nanti, akan kita mintai keterangan kembali sebagai tersangka,” jelas Budi.

 

Perlu diketahui, proyek pengurukan tanah Kelurahan Balowerti merupakan bagian kecil dari beberapa proyek besar yang notabene fasilitasi dari pembangunan Rumah Susun Sederhana Sistem Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Dandangan Kota Kediri. Proyek berupa fasilitas olahraga itu rencananya akan menelan dana APBD hingga Rp 7 milyar. (nng)