I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Jadi Tersangka, Direktur PT. SAS Diistimewakan Polisi

Senin, 03 Februari 2014 - 20:28:30 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1284 kali

Kediri,m8nTera=AY, direktur PT. SAS, tersangka kasus dugaan korupsi tanah uruk di Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota Kediri, Jawa Timur sepertinya mendapat perlakuan istimewa dari Polres Kediri Kota. Sebab, selain dibiarkan bebas berkeliaran, identitasnya juga disembunyikan. Lalu siapa sebenarnya AY?

Data yang berhasil dihimpun, menyebutkan, AY bernama Yoni. Ia tinggal di salah satu perumahan yang terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Yang bersangkutan merupakan pimpinan PT. SAS, rekanan pemenang tender proyek pengurukan tanah di Kelurahan Balowerti tahun 2012 sebesar Rp 600 juta.

Janggalnya, PT. SAS sendiri dapat dikatakan perusahaan yang masih misterius. Sumber berita, menyebutkan jika kepanjangan SAS adalah Sentosa Alam Semesta. Perusahaan jasa konstruksi ini  dimpimpin Yoni yang beralamat di Jalan PK Bangsa Gang Carik, Banjaran, Kota Kediri.

Tetapi anehnya, letak kantor PT. SAS adalah sebuah rumah, dan rumah itu milik salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) berinsial AR. Lebih anehnya lagi, tidak ada secuil pun identitas yang menyebutkan nama perusahaan di rumah bercat warna hijau yang terletak di sebuah gang kecil ke timur itu

Namun, masyarakat sekitar ternyata sudah mengetahui jika di rumah AR merupakan kantor daripada PT. SAS. Para tetangga juga tahu jika rumah tersebut digunakan sebagai perkantoran kontraktor. " Kalau tanya PT. Sentosa Alam Semesta ya di rumahnya pak AR, pegawai Dinas PU," ujar Ririn, tetangganya, Selasa (28/1/2014)

Sayangnya, saat berusaha dikonfirmasi AR sedang tidak ada di rumah. BA, putranya mengaku, jika sang ayah sedang bekerja di Dinas PU. " Bapaknya sudah berangkat ke kantor. Bapak bekerja di Dinas PU. Kalau masalah itu (PT. SAS) saya tidak tahu. Coba nanti tanya kepada bapak langsung. Beliau pulang sore hari," ujar BA, putranya.

Sementara AY atau Yoni sendiri kini memang bisa bebas berkeliaran. Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi ia tidak ditahan oleh pihak kepolisian. Saat berusaha dikonfirmasi di rumahnya, Yoni sudah tidak ada. Pihak keluarga mengaku, Yoni sedang pergi bekerja. Namun, di tempat kerjanya, juga didapati

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Surono mengaku, jika perlindungan identitas tersangka dengan jalan menginisialkan nama tersebut merupakan strategi penyidikan. Dengan strategi tersebut, mantan Kasubbag Humas Polres Kediri Kota itu optimis dapat menjerat pelaku lain, utamanya dari pegawai.

" Tolong mas, jangan dibuka seperti itu. Sebab, itu nanti malah bisa mengaburkan. Proses penyidikan, kalau dicampuri atau diaduk-aduk seperti itu, malah menjadi susah. Ini adalah strategi penyidikan kami. Yakinlah, setelah ini akan ada progres dan akan kita sampaikan ke rekan media," terang AKP Surono.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Kediri Kota menetapkan AY, direktur PT. SAS sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengurukan tanah di Kelurahan Balowerti. Polisi menemukan bukti-bukti bahwa, PT. SAS, sebagai rekanan pemenang proyek mensubkontrakkan seluruh pekerjaan ke CV. UDP. Selain itu, polisi mensinyliar adanya kekurangan volume pekerjaan hingga 5.000 meter kubik yang ditaksir merugikan keuangan Negara sebesar Rp 300 juta.

Sementara proyek tanah uruk sendiri berlangsung pada tahun 2012. Proyek tersebut merupakan bagian kecil dari rangkaian proyek besar fasilitasi saranan olahraga dari pembangunan Rumah Susun Sederhana Sistem Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Dandangan dengan total anggaran hingga Rp 7 milyar. Proyek tersebut milik pemerintah dengan dibiayai dana APBD Kota Kediri. (nng)