I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Produksi Uang Palsu, Suami Istri Digrebeg Polisi

Selasa, 04 Maret 2014 - 21:19:03 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 2009 kali

Kediri,m9nTera=Diduga memproduksi uang palsu pecahan lima puluh ribuan, Choirul Mashuri (51) dan Siti Farida, suami istri warga Perum Grand Kota Desa Doko Kecamatan Ngasem digrebeg polisi, Selasa (3/3).

 

Penggrebegan sebuah rumah di blok B1 nomor 6 itu, setelah petugas mendapatkan laporan dari seorang penjual roti, jika baru menerima uang palsu dari seorang pembeli yang berasal dari Perum Grand Kota. Setelah itu, petugas melakukan penyelidikan dan langsung bergerak melakukan penggrebegan, dengan dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota.

 

Dari hasil penggrebegan, petugas mendapati pelaku saat menjalankan aktifitasnya membuat uang palsu dirumah, yang terlihat dari depan rumah selalu tertutup ini. Dari hasil penggrebegan, petugas hanya berhasil mengamankan uang pecahan lima puluh ribu sebanyak 4 lembar dengan nomor seri sama beserta seperangkat pembuat uang palsu.

 

Kapolres Kediri Kota AKBP Budhi Herdisusianto mengatakan, saat ini pelaku bersama barang bukti langsung diamankan ke Mapolres Kediri Kota guna proses hukum dan pengembangan lebih lanjut. “Untuk sementara baru 4 lembar uang pecahan lima puluh ribuan palsu yang kita amankan,” ujarnya, ditemui di tempat kejadian perkara.

 

Masih kata Budhi, secara kasat mata, uang pecahan lima puluh ribuan ini tampak sesuai asli. Bahkan jika dilihat secara kasat mata, diterawang maupun diraba hampir mendekati sempurna. Hanya saja, saat dicermati, tampak ada perbedaan mencolok pada pita yang terlihat kurang rapi. “Jika dibandingkan dengan yang asli, ada sedikit perbedaan, terutama pada pita yang kurang sempurna,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Choirul Mashuri (51) tidak mengira jika perbuatannya membuat uang palsu akan berurusan dengan pihak yang berwajib dan digrebeg polisi. Kepada sejumlah wartawan, Choirul mengaku baru setengah bulan menjalankan bisnis pembuat uang palsu itu, setelah sebelumnya menjadi korban peredaran uang palsu. “Saat itu, saya merasa kesal karena mendapatkan uang palsu, akhirnya saya coba-coba dan berhasil membuat uang pecahan lima puluh ribu itu,” akunya.

 

Dengan mempelajari secara otodidak, Choirul kemudian langsung mempraktekkan pembuatan uang palsu. Dalam sehari, ia mengaku bisa mencetak sampai lima lembar pecahan lima puluh ribu. “Dalam sehari maksimal 4 sampai 5 lembar saja, karena prosesnya cukup lama,” ujarnya.

 

Sejauh ini, ia mengaku sudah mencetak sekitar 50 lembar uang pecahan lima puluh ribu dan digunakan untuk berbelanja memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya membuat uang ini baru setengah bulan dan kira-kira sudah 40 sampai 50 lembar yang sudah saya buat,” akunya.

Mendapat pengakuan baru setengah bulan, langsung dibantah Kapolres Kediri Kota AKBP Budhi Herdi Susianto, dari hasil keterangan tetangga korban dan juga beberapa saksi, pelaku sudah sekitar 3 bulan mencetak uang palsu ini. “”Untuk lebih setailnya, nanti biar memberi keterangan dalam BAP,” ungkapnya.

 

Masih kata Budhi, selain Choirul Mashuri, pihaknya juga mengamankan Siti Farida istrinya, guna proses hukum lebih lanjut. “Untuk istri pelaku apakah terlibat atau tidak, masih akan kita periksa,” ujarnya. (