I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Pemerintahan

Bupati Ajak Masyarakat Pulihkan Kondisi Psikologi Korban Kelud

Kamis, 20 Maret 2014 - 13:54:40 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 575 kali

Kediri,m9nTera=Munculnya berbagai macam isu miring terkait kondisi Gunung Kelud pasca meletus Kamis 14 Februari lalu, sangat disayangkan Bupati Kediri Haryanti Sutrisno. Sebab, saat ini yang terpenting adalah memulihkan kondisi psikologi masyarakat yang tinggal dilereng Gunung Kelud.
 
“Saya sudah berusaha mengajak para masyarakat lereng Kelud untuk bangkit. Salah satunya dengan memberikan kesibukan berupa bibit tanaman, agar masyarakat kembali bercocok tanam disawah-sawah mereka,” ujarnya dalam pers rilis, Rabu (19/3).
 
Pihaknya kata Haryanti sangat menyayangkan, disaat kondisi psikologi masyarakat yang belum pulih, muncul berbagai isu-isu miring yang tak jelas sumbernya. Seperti halnya, munculnya gas beracun, lahar hujan akan melanda rumah warga, hingga peledakan di area gunung Kelud. “Saya tidak tahu darimana isu itu berasal, apa mereka tidak kasian kepada para korban kelud yang saat ini membutuhkan pemulihan psikologi,” ujarnya.
 
Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak mempercayai isu-isu yang berkembang dimasyarakat. Sebab, pihaknya sejauh ini tetap melakukan pemantauan secara structural dibawah insider comamnder. “Sampai saat ini, Satlak Penanggulangan Bencana belum kami bubarkan. Jadi, info-info resmi tetap terstruktur. Masyarakat tidak perlu panic jika ada isu-isu miring tentang Gunung Kelud,” harapnya.
 
Adapun terkait adanya isu peledakan kubah Gunung Kelud masih terus beredar di masyarakat lereng gunung. Pemerintah Kabupaten Kediri, meminta masyarakat tetap tenang dan mengabaikan kabar miring yang meresahkan tersebut. “Konsentrasi kami saat ini adalah pemulihan trauma di kalangan masyarakat. Kami sangat menyayangkan beredarnya isu-isu yang membuat masyarakat resah. Kami meminta supaya masyarakat mengabaikan isu tersebut, karena tidak benar,” ujar Bupati Kediri Haryanti Sutrisno.

Terpisah, Komandan Commander Satlat Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (PBP) Kabupaten Kediri Letkol Inf Heriyadi secara tegas mengancam akan menangkap pelaku pengedar isu peledakan kubah Kelud. Kodim 0809 Kediri saat ini telah menerjunkan tim intelijen untuk meringkus pelaku. “Kami sudah memerintahkan intelijen turun untuk mencari pelaku pengedar isu tidak bertanggung jawab itu. Intelijen akan menangkap pelaku untuk kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Komandan Kodim (Dandim) 0809 Kediri itu.

Dndim mengakui, isu miring yang beredar dimasyarakat sangat beragam. Selain kabar peledakan kubah Kelud, juga muncul isu letusan susulan Kelud yang lebih dahsyat serta isu turunnya lahar dingin dalam volume besar pada hari Kamis (20/3/2014) malam besok. “Saya amati lokasi, cukup sensitif terhadap informasi kurang bagus, seperti masyarakat di Puncu sana. Katanya akan ada peledakan di Kawah Kelud, pada 20 Maret besok, kemudian akan ada lahar dingin yang muncul tepat pada malam Jumat besok. Bahkan ada warga di Desa Satak yang sudah menyiapkan tempat kalau ada letusan lagi,” aku Dandim.

Menurut Dandim, banyak kepentingan dibalik beredarnya isu-sisu miring seputar Kelud. Diantaranya, apabila masyarakat takut, maka akan pergi, sehingga ternaknya dijual dengan murah. “Kami berharap kabar itu bisa dinetralisir. Kita akan pergi kesana dengan pembinaan mentah. Sebab, semua informasi itu jelas tidak benar. Termasuk informasi akan ada peledakan di terowongan, itu tidak benar. Kami masih mempelajari rekomendasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) terkait menyikapi dampak erupsi Kelud,” jelasnya.

Isu peledakan kubah Kelud beredar di masyarakat lereng gunung, sejak beberapa hari terakhir. Kubah lava dan terowongan dikabarkan akan diledakkan, karena dipenuhi material letusan. Menurut isu tersebut, apabila sumbatan material vulkanik tidak dihilangkan, dikhawatirkan akan sangat berbahaya, pada erupsi berikutnya.

Sementara itu menurut, Wakil Bupati Kediri Masykuri Ikhsan, berdasarkan keterangan Pakar Gunung Surono yang diterimanya, Kelud sudah memuntahkan sebanyak 120 juta meter kubik material dari perut bumi. Dari total material letusan, sisa yang tertinggal di wilayah Kediri kurang lebih 60 juta meter kubik. “Menurut Mbah Surono, material letusan yang tertinggal di Kediri sebanyak 50 persen dari total material, atau sekitar 60 juta meter kubik. Ini yang kemudian kita antisipasi dampaknya, apabila turun hujan deras. Namun, kita pastikan kantong lahar yang ada masih bisa menampungnya,” tegas Masykuri. “Menurut Kantor KPPT, kapasitas kantong lahar di Kediri masih bisa menampung tiga kali letusan Gunung Kelud. Tetapi kami masih minta surat tertulis hasil analisis itu,” pungkasnya. (rif)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)