I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Kejaksaan Terus Kumpulkan Bukti Usut Dugaan Korupsi Alkes RSUD Gambiran

Minggu, 20 April 2014 - 23:30:08 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1944 kali

Kediri,m9nTera=Kejaksaan Negeri Kota Kediri terus melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Itu dilakukan guna melengkapi data dan bukti terkait dugaan kasus proyek pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Gambiran Kediri, lebih dari Rp 9,1 miliar, yang ditengarai sarat penyimpangan. 

 

“Dugaan kasus itu saat ini masih dalam proses pulbaket. Memang, sebagian data sudah didapat, tetapi kami masih memerlukan data tambahan lagi. Ya doakan saja, dalam waktu dekat, kami sudah memegang data itu.  Untuk itu tunggu saja hasilnya seperti apa,“ ujar  Kasi Intel Kejaksaan Negeri (kejari) Kota Kediri,  Muslih SH,  ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (16/4).

 

Sementara itu,  masyarakat dan kalagan aktivis mengungkapkan dukungan serta apresiasi kepada aparat kejaksaan setempat untuk mengusut kasus di institusi plat merah tersebut sampai tuntas.  “ebagai masyarakat kecil, kami hanya bisa mendoakan dan mendukung pihak berwajib ( kejaksaan-red) untuk mengungkap kasus-kasus korupsi  yang ada di kota kediri,” harap Joko warga asal kelurahan, Bandar lor, Rabu ( 16/4).

 

Karena, lebih lanjut dikatakan Pria yang menekuni bidang usahanya sebagai pengelola warung kopi (warkop) ini,  jika tidak ditangani secara serius oleh pihak berwajib,  boleh jadi  para koruptor di kota tahu ini  kian meraja lela. “jika dibiarkan, sudah pasti mereka ( para koruptor-red) tidak merasa jera dan terus merampok uang rakyat Kediri. Jadi, kami berharap agar kejaksaan tidak setengah hati untuk mengungkap dugan  kasus, khususnya  di gambiran yang kian santer dibicarakan itu” harap Joko yang mengaku pernah menjadi anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi ini.      

 

Hal senada diungkapkan, salah satu aktivis muda pengiat anti korupsi di Kediri, Mustaid. Pihaknya mendukung penuh langkah-langakah yang ditempuh kejaksaan dalam menangani dugaan kasus korupsi di RSUD Gambiran.  “Kami akan terus mendukung sekaligus mengawal jalannya proses penanganan kasus itu.  Selain itu,  kami juga akan membatu untuk memberikan informasi dan data-data yang dibutuhkan kejaksaan,” janji Mustaid yang juga sebagai pucuk pimpinan  lembaga Insani Bangsa Kediri.

 

Diberitakan sebelumnya, RSUD Gambiran mendapat alokasi dana yang bersumber dari APBD Kota Kediri, anggaran 2013 senilai Rp 9,1 miliar lebih. Peruntukanya,  yakni  untuk pembelian sejumlah alat kesehatan. Namun dalam pelaksanaannya, ditengarai alat –alat tersebut tidak sesuai spesifikasi (spek), Rencana Angaran Belanja (RAB ) dan ada  Mark Up anggaran. Selain itu, management rumah sakit pun terkesan menutup rapat persoalan tersebut agar tidak diketahui oleh publik. 

 

Betapa tidak, berasar data didapat, menyebutkan bahwa dr Hery selaku kepala laboraterium di RSUD Gambiran, enggan membubuhkan tandatangan di dalam daftar lampiran penyerahan barang bernomor, 028/22/419/2013. Begitu juga saat dikonfirmasi seputar persoalan tersebut, pihaknya memilih bungkam.  “Kalau masalah itu disamping tidak mengatehui, saya juga tidak berkopenten untuk memberikan keteranagan atau pun penjelasan. Jadi baiknya, konfirmasi langung ke bagian humas atau ke atasan saya (direktur-red). “ statemenya, kepada wartawan Koran ini, beberapa waktu lalu.

 

Anehnya, didalam daftar lampirahan penyerahan, pada 30 November 2013 itu, yang selaku penyerahan barang yaitu Mudjianto, dengan  NIP (nomer Induk Pegawai), 19711104200701. Sedangkan, kepala ruangan Laboratorium,  Ririn Puji  A, selaku  penerima barang.  

 

Terpisah, ketua panitia pengadaan barang/jasa dilingkup RSUD Gambiran, Dian Ariyani, yang dikonfirmasi membantah bahwa pengadaan alkes dinilai sarat penyimpangan. Pihaknya berdalih,  pengadaan alat kesehatan sudah dilakukan sesuai ketentuan berlaku. “Itu tidak benar. Kami sudah menjalankan sesuai dengan Perpres No.70 tahun 2012,” kilahnya.

 

Ditangan, jenis atau item barang alkes berupa apa saja dan jumlahnya berapa ?  Begitu juga sepesifikasinya (spek) alkes seperti apa?  Ditanya demikian, pihaknya justru meminta wartawan koran ini agar melihat langsung di LPSE Kota Kediri. “Saya di sini tidak punya kepentingan, jadi kenapa menanyalkan hal ini. Kalau ingin tahu, kan bisa melihat di LPSE,” kilahnya.

 

Padahal, ketika waratawan ini berkunjung di alamat portal www.LPSE.kedirikota.go.id, itu hanya muncul nama lelang, yakni pengadaan alat kesehatan rumah sakit dengan satuan kerja rumah sakit umum daerah gambiran Kediri, dan tampak persyaratan umum lainya. Tapi tidak dimunculkan atau diseyebutkan jenis, jumlah dan spesifikasi alkes.(rIF)