I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Kesehatan

Dinsosnaker Kediri Waspadai Eksodus PSK Dolly

Rabu, 14 Mei 2014 - 14:14:56 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kesehatan - Dibaca: 11513 kali

Kediri,m9nTera=Rencana penutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 19 Juni mendatang langsung disikapi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Pemkot melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) berupaya mengantisipasi perpindahan para Pekerja Seks Komersial (PSK) Dolly ke Eks Lokalisasi Semampir.

Kepala Bidang (Kabid) Sosial Dinsosnaker Kota Kediri Rice Oryza N mengakui, ada kekawatiran dari Dinsosnaker tentang adanya eksodus besar-besaran para PSK dari Lokalisasi Dolly ke Eks Lokalisasi Semampir yang ada di Kota Kediri. Oleh karena itu, Dinsosnaker berupaya maksimal memproteksi kawasan pelacuran yang ada di bawah Jembatan Semampir itu.

" Dengan ditutupnya Lokalisasi Dolly, tentu ada rasa kawatir dari kami. Para pekerja seks komersial bukan alih pofesi, tetapi alih lokasi, dan sasarannya Eks Lokalisasi Semampir," ujar Oryza, begitu sapaannya, Selasa (13/5/2014) siang.

Ada dua upaya yang kini tengah dilakukan Dinsosnaker untuk mengantisipasi eksodus PSK Dolly ke Semampir yaitu, melakukan pendataan penghuni Eks Lokalisasi Semampir dan proteksi kepada para penghuni agar menolak keberadaan PSK pendatang.

" Sejak Jumat lalu, kita mulai melakukan pendataan penghuni disitu (Eks Lokalisasi Semampir). Kemudian kita proteksi, agar tidak ada penambahan penghuni. Target kita selesai di akhir bulan ini," beber Oryza

Lokalisasi Semampir sebenarnya telah ditutup sejak lama. Tetapi, kegiatan pelacuran selama ini masih berlangsung. Bahkan, informasi yang didapat, ada sekitar 160 pelacur yang setiap hari menjajakan seks di Eks Lokalisasi Semampir. (nng)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)